Nanuk Buka Kartu, Kongres Haram Pungut Biaya ke Caketum

Nanuk Buka Kartu, Kongres Haram Pungut Biaya ke Caketum Ketua OC Kongres VI IKA Unand, Insannul Kamil, memberikan laporan pada saat wellcome party di auditoriuroum Gubernur Sumbar, dihadiri Mahyeldi, Rektor Unand, Prof Yuliandri dan peserta. (humas)

PADANG - Ketua OC Kongres VI IKA Unand, Insannul Kamil, top disapa Nanuk, buka kartu saat wellcome party di auditoriuroum Gubernur Sumbar, dihadiri Mahyeldi, Rektor Unand, Prof Yuliandri dan peserta.

"Warning saya pada kawan-kawan OC Kongres VI, bahwa untuk biaya Kongres VI IKA Unand jangan pernah bebani dan pungut dari calon ketua umum (Caketum)," ujar Nanuk, Jumat (6/8/2021).

Nanuk optimistis, barek samo dipikua ringan samo kito jinjiang. Tidak akan mau alumni Unand membiarkan Kongres VI, tidak terlaksana karena terkendala biaya.

"Tidak yakin saya, karena uang, kongres terbengkalai. Allhamdulillah, besok Kongres tahap II terlaksana dan pertama dalam sejarah, digelar secara hybrid ada offline dan ada online," ujar Nanuk.

Bahkan Nanuk mengatakan, ada enam kandidat yang besok berebut kursi ketua Umum, Surya Tri Harto, Rustian, Khairul Ikhwan, Denny Azani B Latif, Imelda Sari dan Suharman Noerman.

"Enam Caketum ini, mutiara alumni Unand, Pak Gubernur. Besok bersaing, tapi sampai malam ini, info yang saya dapat, masing-masing Caketum masih kontak-kontakan. Semoga, besok pemilihan berlangsung secara kekeluargaan," ujar Nanuk.

Perwakilan IKA Unand di perantauan, Sunaryo yang juga Ketua DPD IKA Unand Riau, saat beri sambutan juga mengakui Kongres VI IKA Unand luar biasa.

Bahkan, dijamu makan malam di Istana Gubernur Sumbar. Sedikit rahasia dibuka Soernayo, bahwa Gubernur Sumbar, tokoh Sumbar menasional adalah alumni sekolah di Dumai, Riau.

"Saya tahu sejak 2010 lalu, ada tokoh Sumbar urus legalisir ijazah ke Dumai. Allhamdulillah, ternyata tokoh itu Pak Mahyeldi yang juga Alumni Unand," ujar Soenaryo.

Sementara, Tokoh Unnad di Sumbar yang juga Rektor UBH Padang, Prof Tafdil Husni mengatakan, pemilihan Ketua Umum besok jadi kebangaan semua alumni.

"Ketum yang bisa membawa dan mengorbitkan alumni Unand yang berprestasi di era kolaborasi dan sinergi kekinian," ujar Prof Tafdil. (rls: hms/kongres6)